Mungkin sebagian kita telah mengenal apa itu domain, ya, domain adalah nama atau alamat sebuah situs atau web.
Di sini aku terangkan sedikit mengenai domain, kegunaan, seperti apa domain itu.
Jawaban paling mudah mengenai apa itu domain adalah:
Pada saat kita masuk pada suatu situs, nama situs itu yang disebut domain. dan domain bisa kita samakan seperti No telp kita juga No ponsel kita.. No telp atau ponsel kita hanya kita yang memiliki, tidak ada yang lain, seperti itu juga domain tidak boleh sama atau memakai domain yang sudah ada. (Mengertikan)
Cerita klasik tentang domain:
Cybersquatter dan Domain Pelesetan
Untuk memiliki sebuah domain, maka kita haruslah mendaftar pada badan/lembaga/perusahaan yang yang memiliki hak untuk menambahkan domain baru dibawah TLD yang sudah ada. Lembaga ini disebut dengan Registrar. Bergantung kepada jenis TLD yang kita inginkan, apakah global atau regional, kita bisa mendaftar kepada registrar yang sesuai. Registrar untuk TLD global ada cukup banyak dan mereka mematok harga yang cukup bervariasi, mulai dari dibawah USD 10 hingga yang termahal USD 35/domain/tahun, sedangkan TLD berbasis Indonesia sendiri dapat dibeli di situs IDNIC seharga Rp. 150.000,- /domain/tahun.
Proses registrasi akan memberikan akses ke control panel pada situs web registrar yang bersangkutan dimana pemilik domain dapat melakukan pengesetan lebih lanjut, terutama untuk mengaitkan domain miliknya dengan alamat IP host yang akan menggunakan domain tersebut.
Sepintas biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah domain relatif kecil, namun dalam kenyataannya hal yang sebaliknya bisa saja terjadi. Apa pasal? Sebagai suatu identitas di dunia maya, domain memiliki peran yang signifikan bagi pelaku bisnis. Setiap pemilik domain tentu berharap agar nama domain mereka berkorelasi dengan nama perusahaan atau produk yang hendak ditampilkan melalui media internet. Ini tentu tidak menjadi masalah apabila domain yang diincar tersebut memang belum ada yang memiliki. Tapi kalau sudah? Tentu hanya ada dua alternatif. Yang pertama, adalah mencari domain lain yang juga cocok (dan belum ada yang punya), dan alternatif kedua adalah dengan membeli domain tersebut dari pemiliknya, tentu saja dengan harga yang ia minta.
Kenyataan semacam ini membuat domain sering dimanfaatkan sebagai objek spekulasi yang menguntungkan. Para “spekulan domain” bekerja dengan modus membeli domain-domain tertentu untuk kemudian dianggurkan dengan harapan suatu saat ada pihak yang membutuhkan domain tersebut dan kemudian bersedia membeli dengan harga tinggi. Aktifitas ini dikenal sebagai cybersquatting, dan pelakunya biasa disebut cybersquatter.
Banyak cerita menarik yang berhubungan dengan aktifitas ini. Salah satu pihak yang pernah merasakan “dikerjai” cybersquatter adalah Digital Corp. Sebuah perusaan hardware ternama di AS. Bermula dari sebuah situs mesin pencari (search engine) yang dikembangkan oleh pihak digital. Entah karena masih percobaan atau kurang “pede” bersaing dengan situs mesin pencari lain yang sudah kondang, alamat situs mesin pencari-yang dinamai Altavista-tersebut hanya ditempatkan sebagai sebuah subdomain dari situs Digital. Belakangan ketika diluar dugaan mesin pencari ini menjadi aplikasi yang begitu populer, terbersit niat dikalangan para pengembangnya untuk membuatkan domain tersendiri untuk mesin pencari tersebut dengan domain altavista.com. Celakanya, domain tersebut ternyata sudah ada yang punya. Walhasil pihak Digital harus merogoh kocek hingga puluhan ribu USD untuk menebus domain ini dari tangan sang spekulan.
Peristiwa serupa dialami oleh Amien Rais. Ketua MPR-RI ini terpaksa urung menggunakan domain amienrais.com untuk situs pribadinya yang baru dibuka tahun 2002 lalu karena domain tersebut sudah keburu disambar orang lain. Entah berapa tebusan yang diminta oleh sipemilik domain atau mungkin pak Amien sendiri yang tidak mau repot sehingga ia lebih memilih menggunakan domain e-amienrais.com.
Kisah yang tak kalah serunya dialami oleh sebuah grup band kondang dari tanah air sekitar awal tahun 2002 lalu. Bermula ketika webmaster yang diserahi menjaga situsnya lupa meng-update domain yang sudah kadaluwarsa. Hal ini belakangan berakibat fatal karena domain yang sudah kadaluwarsa tersebut lantas diambil alih seorang cybersquatter asal Hongkong dan diarahkan ke … situs porno! Belakangan sang pemilik baru menawarkan untuk mengembalikan domain tersebut ke pemilik semula. Tentu saja tawaran ini tidak gratis. Tidak tanggung-tanggung ia memasang bandrol hingga USD 8000 untuk domain tersebut.
Tidak cuma kalangan bisnis dan selebritis (baik dari dunia hiburan maupun selebritis politik) yang dipusingkan oleh soal domain. Tidak kurang dari pengelola situs Gedung Putih (www.whitehouse.gov) juga direpotkan oleh hal yang sama. Persoalannya karena ada pihak tertentu yang membuka situs khusus dewasa dengan domain yang sama namun dibawah TLD berbeda dengan situs yang menampilkan salah satu simbol negara adikuasa tersebut.
Kasus serupa (tapi tak sama) juga pernah terjadi di Indonesia antara situs mustikaratu.com, situs resmi milik PT Mustika Ratu, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang obat-obatan tradisional, dengan mustika-ratu.com yang dimiliki oleh pihak lain. Kasus ini bahkan bergulir hingga ke pengadilan dan konon tercatat sebagai kasus hukum pertama yang berkaitan dengan penggunaan domain di Indonesia.
Namun kasus pemelesetan domain yang paling fatal terjadi sekitar pertengahan tahun 2001 lampau, menimpa sebuah situs internet banking (i-banking) milik sebuah bank papan atas di Indonesia. Kala itu seorang hacker, juga dari Indonesia, membuka sejumlah situs dengan domain yang mirip dengan situs bank bersangkutan. Berikutnya, dengan menjiplak isi situs asli ke dalam situs yang menggunakan domain pelesetan tersebut, sang hacker berhasil menjaring ratusan nomor PIN milik nasabah bank tersebut yang keliru melakukan transaksi i-banking di situs yang menggunakan domain pelesetan miliknya. Para nasabah ini masuk ke situs pelesetan tersebut karena salah mengetik alamat situs bank yang dituju. Untungnya, sang hacker tidak berniat buruk. Konon tindakan itu hanya dilakukannya untuk kegiatan penelitian. Begitu pula file yang menyimpan ratusan data nasabah, termasuk nomor PIN, yang terjaring telah dimusnahkan dan tidak sampai disalahgunakan.
Peristiwa spekulasi domain maupun pemelesetan sebuah domain yang telah dikenal publik seharusnya tidak sampai menimpa pemilik situs web berbasis Indonesia apabila mereka menggunakan TLD regional Indonesia. Ini dikarenakan ketatnya prosedur pendaftaran domain berbasis Indonesia sehingga sangat kecil kemungkinan adanya penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungawab. Tapi mungkin karena faktor gengsi atau dianggap lebih bonafid, sehingga banyak pihak yang memilih menggunakan domain global, dengan segala resiko dan konsekuensinya.
(sumber My personal online library)
Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang domain, kamu bisa lihat halaman ini DOMAIN
Kamu tau berapa harga domain..?
Apa kamu berminat memiliki sebuah domain dan membayarnya..?
Kalau aku tidak, walau murah mungkin nanti kalau aku bisa mandiri dengan tulisanku, aku akan membangun web ku sendiri, dan untuk coba-coba, baiknya gratis dululah, walau tidak seindah dan sebagus membeli, tapi aku bisa punya alamat webku singkat tanpa embel-embel pemilik blog..
Cara paling mudah memiliki domain, gratis pula, ya dotTK lah tempatnya yang sekarang suka aku gunakan walau ada beberapa lagi yang menawarkan hal yang sama, ya segeratis-gratisnya tetep aja ada ujung-ujungnya..mana ada sih yang murni gratis hehehehe..
Yah, domain-domain gratis mengijinkan anda memilikinya gratis tanpa bayaran, tapi dengan syarat ia bebas menempelkan iklan banner dan ya semau dia di mana tempatnya, ada yang berjenis popup, dan pada dotTK iklan di buat berbentuk banner.
Begini cara mendapatkan domain tersebut. (Mudah ko sumpah, ikutin langkahnya ya..)
Pertama buka situs ini Buat Alamat
Nah, ketik alamat atau URL yang mau kamu jadikan alamat situs kamu.
Misal http://www.SITUSKAMU.tk lalu klik next setalah itu klik lagi next karna pilihan yang kamu inginkan sudah otomatis ditandai..
Selanjutnya masukan alamat situs atau alamat url blog awal kamu yang akan kamu rubah.
Misal situs awalmu http://www.SITUSKAMU.PANJANG.com dan selanjutnya isi YOUR E-MAIL ADDRESS alamat email kamu yang aktif, dan kemudian isi kode pada gambar Type the characters you see in this picture.. kemudian klik next lagi, lalu Create a My Dot TK account isi Name Nickname kamu password kemudian password again atau ulangi password kamu dan selanjutnya klik Next lagi. dan tutup situs DOT.TK tersebut (singkirkan jauh-jauh) hehehehe.. da gak berguna lagi..
Langkah selanjutnya memasuki tahap akhir adalah, buka email tempat kamu mengirimkan konfirmasi atau mail yang kamu tunjuk sebagai tempat DOT.TK mengirimkan konfirmasi selanjutnya..
Setelah kamu buka, baca isi suratnya, yang terpenting yang harus kamu perhatikan adalah ingat email kamu Password kamu kemudian copy confirmation code yang dikirimkan ke email kamu, lalu klik URL yang ada pada No.1
Selanjutnya Paste kode yang kamu copy tadi pada kotak confirmation code lalu klik confirm selanjutnya dan kemudian setelahnya (biar pusing lo wekekekekeke) masukan alamat email kamu pada kotak Your e-mail address di susul dengan memasukan password kamu pada Your password nah, setelah itu klik Login.
Masa-masa sulit telah kamu lewati, dan sekarang saatnya melihat hasil jerih payahmu..
Coba buka alamat situsmu yang kamu buat tadi menggunakan .tk
Mohon maaf jika ada yang terlewat, sudah lama tidak melakukannya, manusia tak luput dari hilap yach.. tapi aku yakin kamu pasti sudah bisa melangkah sendiri.. Obrak-abrik aja Home kamu di Dot.Tk untuk mencari tau apa-apa yang ada didalamnya, itu semua tidak akan merubah situs atau web awalmu, bakar juga gak bakalan apa-apa hehehehehe…
1 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan sebuah tanggapan


Wah mantab juga nih penjelasannya..
maksih yah..